I Have Love, But.......................
Original writing by Rosa Linda
aku punya cinta, tapi terkadang cinta ini tidak ada gunanya, apalagi
ketika cinta itu sering tersakiti. aku punya cinta, tapi terkadang aku
tak merasakannya. Aku punya cinta, tapi terkadang aku seperti
diapung-apung
aku
punya cinta, tapi seperti aku tak menggenggamnya, aku punya cinta namun
seperti tak kurasakan genggamannya, aku punya cinta tapi seperti dia
menggenggam yang lain.
aku
punya cinta, aku melihatnya tapi kurasakan sangat jauh untuk
menggapainya seperti awan ya\diatas langit, aku punya cinta tapi aku
tak merasakan dia digenggamanku.
Jika
cinta layak sebuah boneka, pasti akan kugenggam erat ketika dimanapun
kuberada dan kapanmu. tapi cinta itu bukan seperti boneka, karena dia
tak bisa kudekap, walau hanya sesaat.
aku
tahu setiap cinta ada sebuah ruang kosong yang telah ditempati sebelum
aku, tapi ketika itu ada dihadapanku, aku seperti tidak melihat cintaku
disana, hampa, seperti ada yang lain.
Aku tahu dan aku tak akan pernah mengerti alasan tanpa secuil
penjelasan yang membuatku mengerti tentang cinta yang ada didalam jiwa
dan raganya.
Ketika ada yang bertanya mengenai cintaku, aku tersenyum ceria, walupun
hatiku tak pernah ikut tersenyum, aku tersenyum karena cintaku yang
melayang entah dimana, melayang tanpa ku tahu arti senyuman yang
kuberikan
Aku
tersenyum tapi menangis, hhh andai dia memahami perasaan dan kegundahan
ini betapa bahagianya aku, tapi kenyataannya tiap kali aku bercerita
yang ada hanya senyuman tanpa makna, tanpa sebuah dekapan untuk
menghilangkan kegundhan itu dan membuatku semakin terampung-apung
.
Aku tahu ketika aku bercerita kepadanya, aku seperti anak kecil yang
gundah ditinggal ibunya pergi hanya sesaat, aku tahu ketika aku
bercerita padanya dia slalu mengatakan aku berlebihan, aku tahu ketika
aku bercerita dia slalu mengatakan aku mengarang sendiri sehingga
gundah terjadi,
Disni yang ada hanya sisa-sisa kegundahan yang terapung-apung
dihimpitan rasa, aku disini hanya bisa pergi mencari sebuah ketenangan
hati dan menghibur hatiku sehingga dia bisa tersenyum kembali. aku tahu
aku tak pantas menempatkan kegundahn ini dihadapannya, cukup sebuah
kegundahan yang kutelan bahkan kusimpan dihati waluapun hatiku teramat
sulit untuk menyimpannya. hanya sebuah kata yang ku ukir dihatiku,
sebuah kata yang memang sudah sejak dulu berada disana, dan sangat
sulit terhapus, karena diterpahat dengan indah, sebuah kata :
"Biarlah aku sendiri disini, dihati ini, karena memang sejak dulu
memang aku selalu sendiri, tanpa ada yang mau menemani disaat
apapun,hanya Dia yang selalu menemani walaupun aku sering
menentang-Nya, menantang-Nya bahkan melawan-Nya
Ya Rabb,
jangan Biarkan hati ini gundah
Karena Hati seorang manusia
Tapi biarkan hati ini gundah tanpam-Mu
Karena dari dulu hati ini selalu ada diri-Mu
Walau terkadang aku sering melaupakan-Mu
Sesak hati ini dengan kegundahan karena kehilangan cinta-Mu
Karena ku tahu aku akan pulang kepada-Mu
Dan menunjukkan cintaku kepada-Mu.
cukup gundahkan hatiku hanya kepada-Mu
Amin
Miracle, Happen Everyday
original writing by Rosa Linda
Suatu
kejadian itu terjadi tiba-tiba, tanpa kita sadari, bertemu dengan
seseorangpun juga terjadi secara kebetulan, dan Allah swt selalu
mengajari tentang sebuah arti NEVER GIVE UP. Something Happen Everyday.
Allah swt punya cara sendiri untuk membuat kita tersenyum, bahkan
ketika kita merasa sangat pusing untuk memikirkan sesuatu hal yang kita
idam-idamkan. Allah swt tak pernah mengingkari janji-Nya, apa yang kita
minta selalu diberikan-Nya, tinggal menunggu kapan waktu yang tepat itu
datang. Walaupun terasa sangat lama, tapi Allah swt yang memahami kapan
waktu itu tepat untuk kita terima dan kita jalani.
Mungkin saat ini kita merasa kehilangan sesuatu yang kita perjuangkan,
namun ternyata hilang begitu saja, bahkan cendrung hati terasa terpukul
bahkan sulit menerima. Sesuatu yang kita anggap baik, tapi belum tentu
baik dalam pandangan Allah swt, Sesuatu yang menurut pandangan kita
baik,perpect, cocok,serasi belum tentu bener-bener baik. Kita menilai
baik dalam pandangan mata seorang manusia, sehingga kita hanya
mengandalakan hati saja tidak dengan pikiran sehingga timbul
ketimpangan antar hati dan pikiran.
Sederet
pertanyaan yang harus kita jawab dengan jujur dan sangat jujur yakni
Pernahkah kita meminta pandangan Allah swt tentang sesuatu hal itu?
Apakah ketika
kita meminta pandangan Allah swt hati kita tersisikan
dari pakai hati, sehingga menghasilkan sesuatu yang benar-benar jawaban
yang seharusnya? Atau ketika jawaban itu hadir, kita sendiri tidak bisa
membedakan mana pakai hati atau tidak?
Jawaban Allah swt adalah yang terbaik, dan Dia memahami setiap kondisi
kita dan dalam keadaan seperti apa, bahkan Dia jauh lebih memahami apa
yang kita butuhkan, bukan sekedar kita butuh tapi benar-benar butuh.
Jawaban yang sangat terbaik dari Allah swt adalah jawaban yang
menghantarkan kedewasaan dalam berpikir, memahami tentang makna jawaban
itu sendiri. Bukan sekedar jawaban yang bersumber dari pakai hati,
karena jika jawaban itu dituntut dengan hati, kita tak bisa membedakan
mana yang benar-benar jawaban yang sesungguhnya atau jawaban yang
diingini hati. Jawaban yang diingin hati cendrung lebih menyakitkan
apalagi jika dia tak sesuai dengan yang kita ingin, karena jawaban yang
diingini hati hanya akan menghadirkan sebuah rasa sakit yang teramat
dalam, dan butuh waktu untuk menyembuhkannya. Bahkan cendrung tidak
menerima.
NEVER GIVE UP, SOMETHING HAPPEN EVERYDAY
Allah swt tidak pernah ingkar janji, janji-Nya selalu pasti. Allah swt
yang lebih memahami mana yang terbaik untuk kita jalani, Dia memahami
betul tentang sumber kebahagian kita, bukan sekedar kata KEBAHAGIAAN
itu sendiri.
Bandung, dingin, 1:13 AM, 09 Mei 2008
Akhirnya lambat laun aku baru kembali menyadari sederet kalimat yang ku tulis sendiri :
"Alangkah Indah Hidup Ini, Hidup Bersama Illahi, Kehendak Allah swt
difahami, menerima dan melihat segala sesuatu dengan positif, melihat
sesuatu dengan kejernihan pikiran dan kebeningan hati dan menyakini
diri, segala sesuatu yang terjadi pada diri ada hikmah (Bandung 2004)"
Izinkan Aku Jadi Sahabatmu original writing by Rosa Linda
Perempuan itu cantik, bergaya, dari gaya dan tampangnnya dia anak kuliahan, tapi ada yang sangat disayangkan tangannya yang manis dan halus bahkan terlalu lembut untuk melakukan sebuah kebiasaan yang dilakukan kaum pria, kebiasaan kaum pria yang selalu mengeluarkan asap dari mulutnya, Perempuan yang kulihat saat ini begitu santai dan tanpa beban dia mengeluarkan asap itu dari bibirnya yang manis,tragis tapi ini yang terjadi.
Ketika aku melihat adegan itu aku bertanya didalam hati, "mengapa kau lakukan itu apakah engkau mempunyai masalah, atau jangan-jangan itu yang membuatmu merasa senang dan tenang? Mengapa kau mengorbankan keanggunanmu hanya dengan sebatang rokok? Aku tahu disini aku tidak boleh membahas masalah keanggunan seorang perempuan karena ini terlalu dalam bahkan terlalu bertele-tele,bahkan aku sendiri kurang begitu mengerti arti keanggunan itu sendiri walaupun aku juga seorang perempuan tapi aku ingin membahas soal keinginanmu untuk menikmati kepulan-kepulan asap yang keluar dari mulut atau hidungmu? "
Ketika tiba-tiba kau melihat kearahku, Kau tahu yang ada dibenakku saat itu? Jika aku ditakdirkan untuk menjadi sahabatmu aku akan mengatakan kepadamu dengan sayangnya seorang sahabat, "limpahkan masalahmu kepadaku, agar ku bisa mengurangi rasa sesak bahkah sgala permasalah yang ada di dada dan hatimu". Dan Jika aku adalah sahabatmu aku akan menyarankanmu untuk minum kopi pahit hangat mungkin, atau coklat hangat dan dingin, atau mungkin kau pergi kesuatu tempat yang bisa membuatmu teriak, atau mungkin saja tiba-tiba aku mencoba untuk menyarankanmu mendekatkan diri kepada-Nya, dan aku yakin kau akan mengatakan bahwa aku terlalu mendektekan, bahkan sok tahu, lebih parah lagi mungkin kau menuduhku terlalu membawa nama Tuhan dengan semua masalahmu dan mungkin kau tak ingin masalahmu didengar Tuhan, karena saat ini yang kau butuhkan hanya kepulan kenikmatan untuk menghilangkan beban itu, bukan ke tempat yang teramat indah untuk menghilangkan beban itu, beban yang seharusnya diangkat dan dilepaskan dari isi tubuhmu dan tidak menyisakannya disana.
Andai aku adalah sahabatmu saat ini pasti akan ada beberapa pertanyaan yang mungkin menurutmu tidak begitu penting, bahkan untuk dibahas sekalipun. Dan mungkin saja pertanyaanku membuatmu kesal,bahkan bisa saja kau memecatku jadi sahabatmu. Tapi kenyataan saat ini hanya aku hanya bisa bertanya tanpa bisa memintamu untuk menjawabnya. Jawaban yang akhirnya membuatku berpikir akan diriku sendiri. Dan membuatku tersentak sesaat, dan tentunya menjawab semua pertanyaanku kepadamu.
Kau bukanlah diriku, bukan diriku yang sudah mengerti akan itu, tapi saat ini kau beradi diposisi yang dulunya aku rasakan juga, posisi dimana aku tak tahu akan agama bahkan belum tahu tentang Tuhan secara utuh.
Aku tak bisa memvonismu bahkan untuk hal demikian, karena aku bukanlah sesosok yang sempurna, bukan sosok seorang sufi, bukan sosok yang membuatku bisa memvonismu bahkan menyalahkanmu secara utuh, tapi aku adalah manusia yang teramat bodoh untuk itu, dan aku tahu ketika kau melakukan hal itu pasti ada permulaanya, dan aku yakin kau melakukan itu karena terpaksa bukan permintaanmu dari hatimu tapi permintaan penggoda ulung yang memaksamu bahkan merayumu secara dahsyat untuk melakukannya, sehingga kau pun tak berdaya untuk berakrab ria dengan dirinya bahkan sangat akrab.
Ketika aku memandangmu kembali, kulihat ada raut wajah yang begitu menyimpan beban yang teramat berat disana dan makna akan sebuah masalah, masalah yang teramat dalam untuk kau ceritakan bahkan terlalu rumit sehingga kau tak mau bahkan terlalu berat untuk diceritakan, bahkan mungkin dengan sahabatmu sekalipun, dan kau meyakini mungkin saat ini kau merasa bahwa dia sang pencipta hembusan kenikmatan memberikan ketenangan teramat dalam bahkan dari sekedar makna kenikmatan itu sendiri walaupun aku berani bertaruh dia hanya bisa memberikan rasa ketenangan yang sangat singkat bahkan terlalu singkat ketika kau merasakan kenikmatan dari dirinya. Andaikan saat itu kau datang kepadaku, maka akan kuhulurkan tangan ini untuk melepaskan bebanmu dan aku akan mengatakan dengan lembut IZINKAN AKU JADI SAHABATMU.
Bandung, habis hujan dingin, 10 Juni 2008 11 : 38 PM, Teruntuk seorang Perempuan di Ngopi Doeloe
Kutatap langit diatas sana dan aku tertegun sesaat Kutatap lagi dan aku tersenyum Entah mengapa tiba-tiba aku tersenyum menatap langit kerena yang kurasakan sebuah senyuman yang kulihat diatas sana senyuman yang indah
Kutatap langit ditempat yang berbeda Tetap kurasakan dan kulihat sebuah senyuman Sebuah senyuman yang membuatku tersenyum dan mata yang berembun
segumpal awan kulihat diujung sana Menumpuk namun beraturan dan pikiranku berimajinasi
Kini...... didepanku hanya sebuah awan awan hitam yang diterangi matahari Matahari yang sembunyi lalu menampakkan diri
Kutatap lagi langit diatas sana Masih ada senyuman yang indah Senyman yang membuatku sedikit lapang dan ikut tersenyum
Tuhan... Ketika aku melihat langit dan awan disana Ada rasa yang terselip rasa untuk pulang kepada-Mu
Tuhan..... Aku tahu Engkau ada dan melihat diriku disini dan ketika aku menatap kelangit yang tinggi aku mendenger sebuah bisikan "Aku masih bersamamu, dan Aku kan memberikan apa yang kau inginkan!!!,
Turangga, diatas genting jemuran kostan, 09 April 2009