Entry: Kumpulan Tulisanku.I Monday, October 05, 2009



Izinkan Aku Jadi Sahabatmu
original writing by Rosa Linda

Perempuan itu cantik, bergaya, dari gaya dan tampangnnya dia anak kuliahan, tapi ada yang sangat disayangkan tangannya yang manis dan halus bahkan terlalu lembut untuk melakukan sebuah kebiasaan yang dilakukan kaum pria, kebiasaan kaum pria yang selalu mengeluarkan asap dari mulutnya, Perempuan yang kulihat saat ini begitu santai dan tanpa beban dia mengeluarkan asap itu dari bibirnya yang manis,tragis tapi ini yang terjadi.

Ketika aku melihat adegan itu aku bertanya didalam hati, "mengapa kau lakukan itu apakah engkau mempunyai masalah, atau jangan-jangan itu yang membuatmu merasa senang dan tenang? Mengapa kau mengorbankan keanggunanmu hanya dengan sebatang rokok? Aku tahu disini aku tidak boleh membahas masalah keanggunan seorang perempuan karena ini terlalu dalam bahkan terlalu bertele-tele,bahkan aku sendiri kurang begitu mengerti arti keanggunan itu sendiri walaupun aku juga seorang perempuan tapi aku ingin membahas soal keinginanmu untuk menikmati kepulan-kepulan asap yang keluar dari mulut atau hidungmu? "

Ketika tiba-tiba kau melihat kearahku, Kau tahu yang ada dibenakku saat itu? Jika aku ditakdirkan untuk menjadi sahabatmu aku akan mengatakan kepadamu dengan sayangnya seorang sahabat, "limpahkan masalahmu kepadaku, agar ku bisa mengurangi rasa sesak bahkah sgala permasalah yang ada di dada dan hatimu". Dan Jika aku adalah sahabatmu aku akan menyarankanmu untuk minum kopi pahit hangat mungkin, atau coklat hangat dan dingin, atau mungkin kau pergi kesuatu tempat yang bisa membuatmu teriak, atau mungkin saja tiba-tiba aku mencoba untuk menyarankanmu mendekatkan diri kepada-Nya, dan aku yakin kau akan mengatakan bahwa aku terlalu mendektekan, bahkan sok tahu, lebih parah lagi mungkin kau menuduhku terlalu membawa nama Tuhan dengan semua masalahmu dan mungkin kau tak ingin masalahmu didengar Tuhan, karena saat ini yang kau butuhkan hanya kepulan kenikmatan untuk menghilangkan beban itu, bukan ke tempat yang teramat indah untuk menghilangkan beban itu, beban yang seharusnya diangkat dan dilepaskan dari isi tubuhmu dan tidak menyisakannya disana.



Andai aku adalah sahabatmu saat ini pasti akan ada beberapa pertanyaan yang mungkin menurutmu tidak begitu penting, bahkan untuk dibahas sekalipun. Dan mungkin saja pertanyaanku membuatmu kesal,bahkan bisa saja kau memecatku jadi sahabatmu. Tapi kenyataan saat ini hanya aku hanya bisa bertanya tanpa bisa memintamu untuk menjawabnya. Jawaban yang akhirnya membuatku berpikir akan diriku sendiri. Dan membuatku tersentak sesaat, dan tentunya menjawab semua pertanyaanku kepadamu.

Kau bukanlah diriku, bukan diriku yang sudah mengerti akan itu, tapi saat ini kau beradi diposisi yang dulunya aku rasakan juga, posisi dimana aku tak tahu akan agama bahkan belum tahu tentang Tuhan secara utuh.

Aku tak bisa memvonismu bahkan untuk hal demikian, karena aku bukanlah sesosok yang sempurna, bukan sosok seorang sufi, bukan sosok yang membuatku bisa memvonismu bahkan menyalahkanmu secara utuh, tapi aku adalah manusia yang teramat bodoh untuk itu, dan aku tahu ketika kau melakukan hal itu pasti ada permulaanya, dan aku yakin kau melakukan itu karena terpaksa bukan permintaanmu dari hatimu tapi permintaan penggoda ulung yang memaksamu bahkan merayumu secara dahsyat untuk melakukannya, sehingga kau pun tak berdaya untuk berakrab ria dengan dirinya bahkan sangat akrab.

Ketika aku memandangmu kembali, kulihat ada raut wajah yang begitu menyimpan beban yang teramat berat disana dan makna akan sebuah masalah, masalah yang teramat dalam untuk kau ceritakan bahkan terlalu rumit sehingga kau tak mau bahkan terlalu berat untuk diceritakan, bahkan mungkin dengan sahabatmu sekalipun, dan kau meyakini mungkin saat ini kau merasa bahwa dia sang pencipta hembusan kenikmatan memberikan ketenangan teramat dalam bahkan dari sekedar makna kenikmatan itu sendiri walaupun aku berani bertaruh dia hanya bisa memberikan rasa ketenangan yang sangat singkat bahkan terlalu singkat ketika kau merasakan kenikmatan dari dirinya. Andaikan saat itu kau datang kepadaku, maka akan kuhulurkan tangan ini untuk melepaskan bebanmu dan aku akan mengatakan dengan lembut IZINKAN AKU JADI SAHABATMU.

Bandung, habis hujan dingin, 10 Juni 2008
11 : 38 PM, Teruntuk seorang Perempuan di Ngopi Doeloe

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments